Dengan adanya teknologi yang semakin berkembang, maka berpengaruh pada kemajuan teknik pengobatan. Hal ini berlaku pada organ yang paling vital di dalam tubuh yaitu jantung. Salah satu tindakan intervensi yang terbukti secara efektif mengatasi kelainan tersebut yaitu intervensi elektrofisiologi. Untuk lebih lanjut, berikut ulasannya!

Sekilas Mengenai Elektrofisiologi (EP)

Elektrofisiologi atau yang lebih dikenal dengan singkatan EP ini menjadi salah satu tes yang dilakukan untuk menilai bagaimana sistem atau aktivitas listrik jantung pada seseorang. Prosedur yang satu ini dilakukan sedemikian rupa untuk mendiagnosis adanya detak jantung yang abnormal atau aritmia pada pasien.

Tes ini memiliki prosedur yang dilakukan dengan memasukkan kateter dan kemudian kawat elektroda. Ini dapat mengukur aktivitas listrik, melalui pembuluh darah yang masuk ke jantung. Ketika pasien yang datang ke rumah sakit, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan agar prosedur bisa berjalan dengan tepat.

Demi kenyamanan pasien, maka dianjurkan untuk mengosongkan terlebih dahulu kandung kemih sampai benar benar bersih. Kemudian, urinoir atau pispot akan disediakan selama prosedur berlangsung. Hal ini bergantung pada panjang prosedur yang anda jalani. Terkadang, kateter dapat dimasukkan untuk mengalirkan kandung kemih.

Setelah itu, prosedur intervensi elektrofisiologi akan dilanjutkan dengan menggunakan alat lainnya. Dokter akan memanfaatkan jarum intravena (IV) berukuran kecil. Jarum yang satu ini akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang berada di lengan anda. Hal ini juga berguna untuk memberikan obat apabila diperlukan.

Baca Juga : Mengenal Prosedur Ekokardiografi Jantung

Prosedur Yang Dilakukan

Prosedur EP juga dilakukan pada laboratorium elektrofisiologi rumah sakit. Prosedurnya akan melibatkan pasien dengan cara ditempatkan di meja sinar-X. Kemudian, sebuah kamera dan layar televisi akan menjadi salah satu metode untuk memonitor jantung dan berbagai instrumen dari dekat.

Setelah itu, elektroda akan ditempatkan di dada dan punggung pasien untuk menghubungkan tubuh ke peralatan pemantauan. Cara ini akan dilanjutkan dengan cara memasangkan sebuah manset tekanan darah. Alat yang satu ini ditempatkan di lengan atas  untuk memantau tekanan darah Anda.

Untuk mencegah infeksi dan adanya risiko lain, maka perawat akan mencukur dan membersihkan selangkangan pasien. Pembersihan ini dilakukan jika ada kemungkinan daerah leher tempat kateter akan dimasukkan. Area tersebut penting untuk dibersihkan dengan antiseptik dan sprei steril akan menutupi tubuh pasien.

Selain itu, pasien bisa menemukan posisi yang nyaman, sehingga bisa tetap diam saat tes berlangsung. Sebagai saran, pasien tidak dianjurkan untuk menyentuh area yang sudah steril seperti leher dan selangkangan. Dengan adanya penanganan yang tepat, maka bisa meminimalisir adanya infeksi dan lain sebagainya.

Anestesi lokal akan diberikan dengan jarum kecil untuk mematikan rasa di area tempat kateter dimasukkan. Sehingga, pasien tidak akan merasakan prosedur intervensi elektrofisiologi berupa tusukan jarum yang mungkin memberikan sensasi menyengat selama beberapa detik ketika dilakukannya prosedur tersebut.

Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan Jantung Anak

Prosedur yang satu ini bisa dikatakan cukup efektif untuk mengatasi berbagai keluhan dan kelainan pada jantung. Bagi anda yang ingin mendapatkan penanganan terbaik untuk kesehatan jantung, ada baiknya jika memilih klinik Heartology. Dengan dokter spesialis jantung yang profesional, semua prosedur dilakukan dengan tepat.

Salah satu dokter ahli jantung yang memiliki keahlian di bidang elektrofisiologi jantung adalah Dr Faris Basalamah yang merupakan salah seorang dokter spesialis di Heartology. Beliau juga mengajar di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta sejak tahun 2013 sampai sekarang. Buat janji dengan dr Faris melalui link disini dan tentukan jadwal yang sesuai dengan Anda.