Kardiovaskular merupakan penyakit yang dipicu gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi adalah stroke dan penyakit jantung. Penderita kardiovaskular intensif harus mendapatkan perawatan yang serius guna memulihkan kembali kondisinya. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan seputar perawatan intensif kardiovaskular berikut.

Program Rehabilitasi Kardiovaskular

  1. Program Rehabilitasi Fase I

Program rehabilitasi kardiovaskular bertujuan untuk pencegahan sekunder yang komprehensif dan disertai dengan program latihan fisik. Program rehabilitasi kardiovaskular fase I ini juga bisa disebut dengan fase inpatient. Program ini dilakukan ketika pasien masih mendapatkan perawatan.

Tujuan dari program ini adalah menghindarkan pasien dari efek penyakit, efek tindakan, efek dekondisioning, atau efek baring lama. Selain itu, pasien juga diupayakan untuk melakukan mobilisasi dini supaya dapat segera keluar dari rumah sakit, melakukan aktivitas sehari-hari, dan melakukan perawatan secara mandiri.

Program ini mulai dilakukan dari ruang intensif tempat penderita kardiovaskular intensif dirawat, ruang perawatan biasa, ruang pemeriksaan, dan ruang pelayanan rawat jalan. Bagi pasien yang sudah berada di ruang perawatan non intensif akan mendapatkan edukasi, informasi, dan konseling terkait dengan faktor resiko dan cara penanggulangannya.

Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan Jantung Anak

Kebugaran pasien pasca perawatan penyakit kardiovaskular sangat penting untuk memperkirakan resiko lanjutan. Oleh karena itu, pasien yang akan dipulangkan akan melakukan pemeriksaan kebugaran pra pemulangan. Mulai dari uji latih sederhana berupa 6 minute walking test hingga uji latih maksimal dengan tes treadmill atau tes ergocycle yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

  1. Program Rehabilitasi Fase II

Fase ini disebut juga dengan fase outpatient atau fase intervensi yang bertujuan untuk mengintervensi faktor resiko dan mengembalikan pasien pasca perawatan penyakit kardiovaskular ke kondisi mental, fisik, dan sosial terbaiknya. Program ini berlangsung selama 1 hingga 3 bulan untuk mengkaji kondisi terakhir pasien dan sesuatu yang dibutuhkan oleh pasien.

Pada fase ini, pasien juga akan diberikan edukasi ulang terkait dengan faktor resiko sebagai pengingat dan bagaimana tata cara mengontrol faktor resiko. Pasien pasca perawatan penyakit kardiovaskular intensif akan melakukan uji latih jantung untuk mengetahui tingkat kebugaran. Kemudian, pasien akan diberikan rekomendasi aktivitas fisik yang dapat dilakukan berdasarkan hasil uji latih.

Baca juga : Prosedur Ketika Melakukan Ekokardiografi Jantung

  1. Program Rehabilitasi Fase III

Fase ketiga program rehabilitasi ini disebut juga dengan fase maintenance yang bertujuan untuk mempertahankan kontrol faktor resiko dan kebiasaan hidup sehat yang sudah dilakukan secara mandiri. Dokter akan memberikan re-edukasi kepada pasien dan membuat program lanjutan untuk dilakukan oleh pasien secara mandiri. Konsultasi dan evaluasi dapat berlangsung selama 6-12 bulan.

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan penanganan khusus, sebab jika kambuh sewaktu-waktu dapat menyebabkan kematian pada pasien. Usai perawatan, pasien juga akan melakukan program rehabilitasi untuk memulihkan kondisinya menjadi seperti sedia kala dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Anda bisa mengunjungi rumah sakit jantung terdekat untuk berkonsultasi dan mendapatkan perawatan untuk kesehatan jantung Anda.